Sinopsis Film All The President’s Men

 

Di dalam film All the President’s Men menceritakan dua orang jurnalis yang berusaha memecahkan masalah politik di partai Nasional Demokrat, Watergate. Film ini di perankan oleh dua orang jurnalis yang bernama Bob Woodwart dan Carl Bernstein. Film ini rilis pada tanggal 4 April 1976. Film ini disutradarai oleh Alan J. Pakul, selain itu film ini diperankan oleh Dustin Hoffman, Robert Redford, Jason Rebards, Jack Warden, Hal Holbrook, Jane Alexader dan Martin Balsam. Film ini berasal dari negara Amerika Serikat, yang berasal dari sebuah buku yang ditulis oleh William Goldan. Film ini berdurasi kurang lebih 2 jam 18 menit.

Bob Woodwart  merupakan wartawan yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus 5 orang penyusup yang diduga seorang pencuri di kantor Partai Demokrat di salah satu hotel yang bernama Watergate. Kasus pencurian itu diduga dengan adanya keterlibatan pemerintah Nixon dalam kasus tersebut.

Dengan pengetahuan adanya dugaan mengenai keterlibatan pemerintah Nixon, Bob Woodwart di perintahkan oleh editornya untuk menyelidiki kasus tersebut dengan temannya yang bernama Carl Bernstein. Sebelum mereka berdua bekerja sama, keduanya pernah berbeda pendapat namun akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dalam menyelidiki kasus tersebut. Bob Woodward dan Bernstein berusaha mencari informasi dengan mewawancarai beberapa orang yang kemungkinan besar terlibat dalam kasus tersebut. Namun pada saat penyerahan liputan Redaktur Washington masih meragukannya. Karena ia merasa bahwa kasus tersebut tidak hanya berupa kasus pencurian.

Tetapi Bob Woodwart dan Carl Bernstein tidak menyerah dalam memecahkan kasus pencurian yang dilakukan oleh 5 orang penyusup. Kemudai kedua jurnalis tersebut memilih untuk menghubungi salah satu anggota pemerintahan yang menjabat sebagai senior pemeritahan yang dikenal sebagai Deep troad. Deep troad memberikan informasi mengenai uang $25.000. Dari uang itulah kedua jurnalis terus mengusut dan menyelidiki dengan rasa ingin tahunya akhirnya mengetahui bahwa uang itu mengalir dari komite pemenangan kembali presiden kubu Richard Nixon kepada pelaku penyusupan Watergate.

Dengan keterampilan Bernstein yang memiliki kelebihan dalam merayu dan pandai berkata-kata  untuk mengambil hati narasumber yang berkaitan dengan uang $25.000 akhirnya kedua jurnalis tersebut mampu mendapatkan informasi mengenai uang tersebut. Tidak berselang lama berita yang diterbitkan oleh Woordstein muncul dan membuat gempar Gedung putih karenaa menyangkut nama pejabat tinggi yaitu Nixon. Dengan adanya berita tersebut Woordstein diawasi oleh deep troad karena mereka merasa bahwa informasi tersebut didapat melalui mereka. Dengan keterampilannya dalam mencari informasi akhinya Woordstein banyak menerbitkan berita demi berita mengenai kebenaran soal kasus Watergate. Karena merasa takut Nixon berusaha mengarahkan agen khusus untuk menekan kedua juralis tersebut untuk tidak membongkar kasus tersebut. Dengan berani Woordstein tetap mengeluarkan berita-berita tentang kebenaran dibalik kasus pencuria yang dilakukan oleh 5 orang penyusup dengan penjawab pemerintahan Nixon.

Pada saat gelar perkara, nama-nama yang disebutkan oleh Woordstein terbukti bahwa mereka salah. Sedangkan presiden Richard Nixon terbukti bersalah karena berusaha menghentikan kasus tersebut untuk di selidiki.

Dalam penyelidikan kasus Watergate kedua jurnalis yang bernama Bob Woodwart dan Carl Bernstein tetap mengikuti kode etik jurnalis seperti independent, jujur, dan menjaga identitas narasumber. Terbukti di dalam film bahwa Bob Woodwart dan Carl Bernstein menyelidiki kasus tersebut karena keinginannya sendiri bukan perihal paksaan atasanya. Berita-berita yang bermunculan merupakan fakta dan tidak dibuat-buat. Selain itu wartawan Bob Woodwart dan Carl Bernstein sampai sekarang masih menutupi identitas narasumber yang sampai sekarang tetap bernama Deep Throat sehingga diberi julukan narasumber rahasia di dalam dunia jurnalistik. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Berita Nalar Pincang UGM atas Kasus Pemerkosaan

Mengenal Mochtar Lubis (1922-2004) Jurnalistik Indonesia