Sepasang Kekasih Bertemu di atas Gubuk Asmara di Kabupaten Rembang Menjelang Magrib

 

Sepasang Kekasih Bertemu di Atas Gubuk Asmara di Kabupaten Rembang Menjelang Magrib

Siapa yang tidak mengetahui gubuk? Rumah-rumahan yang sengaja dibuat oleh petani sebagai tempat berteduh sekarang beralih fungsi. Kabar mengejutkan terdengar bahwa terdapat sepasang kekasih yang sering bertemu diam-diam tanpa sepengetahuan istri dan suami disebuah gubuk tengah sawah. SN dan B Kerap kali dipergoki pada sore menjelang magrib, mereka berdua selalu berjalan dari arah yang berlawanan.

Berdasarkan saksi mata yang sering tidak sengaja melihat dari kejauhan mengatakan bahwa.

“Saya sering melihat mereka duduk-duduk santai di gubuk milik petani, hanya saja saya kira mereka pemilik ladang tersebut, jadi saya mengabaikannya.” Ujar S. (Senin, 31 Mei 2021).

Sedangkan saksi mata yang kedua yang tak lain adalah orang tuanya sendiri merasa terkejut ternyata anak satu-satunya yang Bernama SN ini diam-diam bertemu dengan seorang pria yang sudah beristri. Karena marah orang tuanya berniat untuk membututinya agar bisa melihat secara langsung, namun kehilangan jejak.

“Saya pernah mengikutinya dari belakang, namun saya tertinggal jauh jadi saya dan kakak saya berputar-putar sampai magrib tetapi hasilnya nihil”. Ujar BP selaku orang tua perempuan. (Selasa, 1 Juni 2021).

Banyak yang mengatakan bahwa mereka sudah saling jatuh hati sebelum si SN memutuskan untuk menikah dengan si AD yang tak lain adalah suami sah SN. Selain itu kejadian ini berlasung secara berselang, bisa saja hari ini mereka bertemu, bisa saja juga tidak bertemu. Mulai dari situ yang semula gubung untuk berteduh pada saat terik matahari sekarang berubah nama menjadi Gubuk Asmara. Gubuk Asmara ini digunakan mereka untuk bertemu jika salah satu pihak merasa rindu. Sempat pemilik gubuk berusaha mempergokinya namun nihil hasilnya karena si SN dan B sudah lebih awal mengetahui kabar tersebut.

Dari kejadian tersebut suami sah SN mengambil keputusan untuk bercerai, karena kejadian tersebut dirasa sangat menyakiti hatinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Berita Nalar Pincang UGM atas Kasus Pemerkosaan

Mengenal Mochtar Lubis (1922-2004) Jurnalistik Indonesia