(UAS Semester 7) TERUNGKAP KEMBENCIAN SEORANG MERTUA KEPADA MENANTU PEREMPUAN DIBALIK PERNIKAHAN ANAKNYA

 

KEMBENCIAN SEORANG MERTUA KEPADA MENANTU PEREMPUAN DIBALIK PERNIKAHAN ANAKNYA

ambar 1. sumber: wajibbaca.com

Impian memiliki rumah tangga yang harmonis merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Tidak hanya itu, penerimaan seorang anak dari keluarga laki-laki ke keluarga perempuan, begitu sebaliknya merupkan impian setiap individu. Dalam kehidupan berumah tangga, pasangan suami istri menikah atas dasar restu dan ijin orang tua dari kedua belah pihak. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa setiap rumah tangga akan berjalan dengan baik. seperti beredar isu mengenai pernikahan sepasang artis yang akan menikah tanpa restu orang tua dari pihak laki-laki. Tak lain adalah pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Kedua sejoli ini harus menjalani hubungan tanpa restu dari orang tua. Hal ini dibenarkan dengan isu yang ditulis oleh Dwi Nur Mashitoh - Selasa, 7 Desember 2021 | 12:01 WIB, bahwa keluarga Gen Halilintar merasa keberatan jika Aurel menjadi menantunya dikarenakan putri Anang Hermansyah dan Krisdayanti itu belum siap membina rumah tangga. Sehingga pada saat pernikahan diadakan keluarga Gen Halilintar tidak menghadiri acara pernikahan anaknya dengan alasan berada di Malaysia yang dimana mereka sedang terjebak bencana.

Hal serupa dirasakan oleh pasangan suami istri di luaran sana, banyak yang menganggap bahwa setelah menikah akan baik-baik saja, namun hal itu adalah kesalahan. Banyak kasus yang mendasari ketidaknyamanan sepasang suami istri dalam menjalani kehidupan bersama. Itulah kenapa pentingnya mengetahui tujuan dari menikah. Tujuan menikah tidak hanya menyatukan kedua belah pihak, namun juga pemikiran dan kesiapan dalam menjalai segala sesuatu yang ada. Seperti yang terlansir pada Popbela.com, dalam postingannya menjelaksan ada 7 tujuan menikah menurut Al-Quran dan Al-Hadis yaitu sebagai berikut.

1.     1. Menjalankan perintah Allah,

2.     2. Menyempurnakan separuh agama,

3.     3.  Melaksanakan sunnah Rasull,

4.     4. Meningkatkan ibadah kepada Allah,

5.     5. Membentengi diri dan menundukan pandangan,

6.     6. Mendapatkan ketenangan hati,

7.     7. Dan memiliki keturunan yang saleh.

Akan tetapi banyak yang tidak mengetahui apa tujuan menikah. Banyak yang menganggap menikah itu hidup berdua bersama orang yang ia kasihi. Namun dibalik itu, banyak sekali yang tidak senang melihat sepasang suami istri hidup berdua dengan kebahagiaan yang telah diciptakannya. Hal ini terbukti dengan keikutsertaan orang tua dalam masalah keluarga anaknya. Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi perempuan maupun laki-laki. Akan tetapi, yang beredar di masyarakat lebih cenderung keluarga laki-laki yang tidak suka dengan menantu perempuannya. Digambarkan melalui diagram di bawah ini!.


Diagram 1. Penerimaan di dalam keluarga

Di atas terlihat bahwa penerimaan laki-laki di dalam keluarga perempuan jauh lebih dominan diterima daripada perempuan. Sedangkan perempuan lebih rendah diterima oleh keluarga laki-laki. Hal ini menjadi perbincangan masayarakat dan telah menjadi rahasia umum bagi orang tua yang memiliki anak perempuan. Namun bukan berarti hal ini akan terjadi pada setiap anak perempuan. Selain itu, diagram di atas juga menggambarkan keadaan dimana orang tua membenci menantu tanpa alasan juga menjadi momok bagi setiap individu. Dilihat dari diagram tersebut, lagi-lagi keberuntungan berpihak kepada laki-laki. Indek kebencian mertua lebih banyak atau lebih tinggi pada perempuan. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor yang tidak mendasar yang dilakukan oleh keluarga laki-laki untuk merasa benci atau tidak menyukai anak menantu perempuannya. Hal ini dibenarkan oleh salah satu ibu kandung dari laki-laki Bernama MA, yaitu Painah.

“Saya dulu sangat suka dan senang jika anak saya mendapatkan istri si NK, Namun, seiring jalan saya tiba-tiba geli melihat dia bersama anak saya. Terlebih dia sampai sekarang tidak pernah menghormati saya jika di rumah saya, padahal ini rumah saya. Gimana kalau saya yang di sana?, pasti saya diinjak-injak mbak.” Jelas Painah.

Tidak hanya Painah yang membenci anak menantunya. SN juga mengaku bahwa dari awal tidak merestui hubungan anak laki-lakinya dengan istrinya. Akan tetapi dengan cinta yang dimiliki anaknya, dengan terpaksa SN mengiyakan keinginannya untuk menikahi RA.

“Dulunya saya tidak suka. Akan tetapi saya berusaha menghargai anak saya, jadi saya berpura-pura menyukai anak mantu saya jika berada di depan anak saya. Jika tidak, sikap saya juga akan berbeda. Saya akui itu, karena saya cemburu melihat anak saya tertawa bersama perempuan yang tidak saya sukai”. Ujar SN.

Gambar 2. sumber: FaktualNews.co

Terbukti dari kedua orang tua dari pihak keluarga laki-laki yang mengakui alasannya untuk tidak menyukai dan menyayangi menantu perempuan. Penyebab kejadian itu terjadi bukan karena alasan tertentu. Banyak yang merasa bahwa memang menantu perempuan yang bermasalah, akan tetapi bukan berarti orang tua juga tidak bermasalah.

“Saya sudah berusaha dengan penuh, saya di rumah mertua saya juga sudah sopan, namun saya malah diminta cerai hanya karna saya tidak membangunkan rumah untuk mertua saya. Sedangkan saya sendiri masih berjuang dengan suami saya untuk memiliki rumah idaman sejak kami berpacaran. Akan tetapi mertua saya menjelek-jelekan saya pada saat berjumpa dengan saudara atau tetangga. Tidak hanya itu, saudara yang tidak mengetahui permasalahan mertua saya membenci saya juga ikut-ikutan membenci saya”. Jelas NK dengan berkaca-kaca.

“Saya tidak tahu kenapa mertua saya sangat benci dengan saya. Dari awal saya dengan suami saya direstui, akan tetapi tak selang lama, mertua saya seolah-olah saya sakiti dengan sikap saya yang dikata tidak sopan” tambah NK.

Alasan-alasan mertua tidak mencintai menantu perempuan yang mengejutkan terungkap dikarenakan beberapa faktor seperti yang diungkapkan oleh Annisa Wulan dalam postingannya.

1.      1. Mungkin Anda bukan tipe menantu yang diinginkannya

    Orangtua cenderung lebih menghargai karakteristik, seperti latar belakang keluarga, prospek keuangan, latar belakang agama, dan etnis. Karena preferennsi inilah, terkadang Anda memilih pasangan yang berbeda dengan yang diinginkan oleh orang tua dan menyebabkan rasa tidak suka yang sulit teratasi.

2.     2.  Anda terlalu atraktif

       Menurut teori evolusi, orang-orang cenderung lebih tertarik pada penampilan fisik pasangan karena mereka ingin mendapatkan gen penerus yang baik untuk masa depan. Sedangkan para orangtua melihat hal yang sebaliknya, orang-orang yang lebih atraktif dilihat sebagai orang yang tidak dapat merawat anak di masa depan.

3.     3.  Secara tidak sadar, ibu dari pria cenderung mencegah hubungan jangka panjang


       Jika Anda menyadarinya, terdapat perbedaan besar saat menjalin hubungan antara pria dan wanita. Pria cenderung memilih menjalin hubungan jangka pendek dengan banyak wanita untuk memastikan kualitas gennya di masa depan. Sedangkan wanita cenderung mencari pria yang dapat menyakinkannya menjalani hubungan jangka panjang dan merawat anaknya di masa depan.

      Secara tidak sadar, hal di atas adalah hasil didikan dari orangtua. Orangtua yang memiliki anak laki-laki seakan membantu anaknya untuk memilih calon pasangan hidup yang benar-benar pas untuknya, dengan membiarkannya menjalin berbagai hubungan jangka pendek dengan beberapa wanita. Jika Anda telah sampai pada tahap pernikahan, Anda mungkin akan menghadapi ibu mertua yang sering meremehkan hubungan Anda dan suami.

4.     4. Ada persaingan yang jelas untuk mendapatkan perhatian


        Walaupun jarang terjadi, beberapa kasus menunjukkan adanya persaingan yang jelas antara menantu wanita dan ibu mertua
 untuk mendapatkan perhatian dari seorang pria. Konflik ini biasanya muncul ketika seorang ibu mulai merasakan perhatian yang berkurang dari anak laki-laki, atau sebaliknya, seorang istri yang cemburu kepada suami yang lebih perhatian kepada ibunya.

Dengan beberapa alasan tersebut, membuat para perempuan banyak melakukan pertimbangan untuk menikah tanpa kesiapan untuk kedepannya. Banyak perempuan yang takut jika mendapatkan mertua yang kejam terhadapnya. Sehingga banyak yang lebih memilih untuk tinggal di rumah kediaman perempuan dan memilih untuk mendirikan rumah sendiri, hal ini bertujuan untuk menghindari orang tua yang selalu ikut campur dalam kehidupan berumah tangga anaknya. Sangat di sayangkan jika pernikahan hancur dikarenakan keikut sertaan keluarga dalam permasalahan rumah tangga.

 

 

Referensi:

https://sosok.grid.id/read/413032078/rahasia-keluarga-atta-terbongkar-gen-halilintar-disebut-berat-terima-aurel-hermansyah-sebagai-menantu-jadi-alasan-tak-hadir-saat-pernikahan?page=all

https://www.popbela.com/relationship/married/windari-subangkit/tujuan-menikah-dalam-islam/7

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2843724/4-alasan-jujur-mengapa-ibu-mertua-tidak-menyukai-menantunya

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Berita Nalar Pincang UGM atas Kasus Pemerkosaan

Mengenal Mochtar Lubis (1922-2004) Jurnalistik Indonesia